Beberapa minggu lalu, seorang teman content creator di Jakarta cerita panik di grup WhatsApp. Hardisk eksternal 2TB-nya tiba-tiba gak terbaca di Mac maupun Windows — di dalamnya ada 3 tahun foto pernikahan klien, master video YouTube channel, plus arsip foto anaknya dari lahir sampai TK. Dia bawa ke jasa data recovery di Mangga Dua. Estimasi awal: Rp 4-8 juta, dengan disclaimer tertulis "tidak dijamin recoverable".
Cerita ini umum banget di Indonesia. Kita simpan momen penting di hardisk eksternal Toshiba Canvio atau WD My Passport seharga Rp 700-900k, dipakai 4-5 tahun, lalu suatu hari head crash atau bad sector akut. Cloud (Google One 200GB, iCloud 200GB) cuma cukup untuk subset — sisanya tetap di drive lokal. Pas kena, semuanya hilang sekaligus. Yang lebih sakit: drive itu sebelumnya "baik-baik aja" tanpa warning, jadi kamu gak sempat copy ke tempat lain.
NAS (Network Attached Storage) sebenarnya jawaban yang udah lama dipakai di pasar global, tapi di Indonesia masih dianggap "barang IT corporate" — padahal harga entry-level 2-bay sekarang sudah turun ke kisaran Rp 3.5-5.5 juta. Synology DS224+ jadi default selama bertahun-tahun, tapi mahal di kisaran Rp 6.5 juta tanpa drive. UGREEN, brand yang lebih dikenal untuk hub USB-C dan dock, baru masuk ke arena NAS dengan lineup NASync — dan model entry-nya, UGREEN NASync DH2300, positioning di harga setengah Synology dengan spec yang masih masuk akal untuk family use.
Kalau kamu lagi cari backup plan yang serius, atau pengin Plex media server di rumah biar gak bayar Netflix terus, ini review berbasis spec resmi UGREEN, review user dari forum Indonesia plus global, dan pertimbangan praktis untuk kondisi listrik 220V serta suhu tropis Indonesia.
⭐ Quick Verdict UGREEN NASync DH2300 adalah NAS 2-bay paling worth-it di range Rp 3.5-5.5 juta untuk pengguna rumahan yang baru pertama kali punya NAS — backup foto otomatis dari HP, Plex/Jellyfin sampai 4K direct-play, akses remote dari luar rumah. RAM 4GB cukup untuk Plex transcoding ringan, port HDMI 4K@60Hz jadi nilai plus dibanding Synology yang headless. Skip kalau kamu butuh 10GbE, ZFS native, atau sudah investasi di ecosystem Synology DSM.
Mengapa NAS, bukan hardisk eksternal lagi?
Sebelum bahas DH2300 spesifik, penting paham kenapa NAS itu beda kelas dari hardisk eksternal biasa — dan kenapa ekstra Rp 2-3 juta worth-it.
1. Redundansi RAID — single point of failure hilang
Hardisk eksternal punya 1 drive. Drive itu mati, semua data hilang. NAS 2-bay seperti DH2300 mendukung RAID 1 (mirror) — dua drive identik, isi data sama persis. Satu drive mati, kamu masih punya copy 100% di drive sebelah, tinggal ganti drive yang rusak dan rebuild otomatis.
Untuk konteks praktis: foto pernikahan, dokumen kerja, master file project — kerugian psikologis dan profesional kalau hilang gak terbayar dengan harga Rp 1.5 juta hardisk pengganti. Backup itu bukan sekali ngerjain — harus running terus.
2. Akses jaringan — bukan colok-cabut tiap device
Hardisk eksternal cuma bisa dipakai 1 device pada satu waktu. Kalau istri pengin lihat foto liburan di iPad sementara kamu lagi pakai laptop edit, harus cabut dulu. NAS hidup di jaringan rumah — semua device (HP, laptop, smart TV, tablet) bisa akses bersamaan via WiFi atau LAN.
3. Plex / Jellyfin — media server pribadi
Ini use case yang bikin banyak orang Indonesia akhirnya tertarik NAS. Daripada bayar Netflix Rp 186-285k per bulan, kamu rip Blu-ray atau download koleksi film dan serial sendiri (legal kalau dari pembelian fisik), simpan di NAS, lalu stream ke smart TV / iPad / HP via Plex. Library bisa puluhan TB tanpa expire kontrak.
4. Backup otomatis HP — Google Photos alternative
App UGREEN NAS / Synology DS Photos / Plex Photos bisa di-set untuk auto-backup foto HP setiap connect ke WiFi rumah. Gak perlu bayar Google One Rp 35k per bulan untuk 200GB — backup praktis unlimited (terbatas kapasitas drive yang kamu pasang).
Apa yang harus dicari di NAS rumahan
Kalau ini pertama kali kamu beli NAS, ada 5 spek yang menentukan apakah unit-nya akan bertahan 5 tahun ke depan atau cepat outdated.
1. Jumlah bay (slot drive) — minimum 2
NAS 1-bay (single drive) defeats the purpose — gak ada redundansi, sama aja seperti hardisk eksternal yang lebih mahal. Beli 2-bay minimum biar bisa setup RAID 1. Yang lebih advanced 4-bay (RAID 5/6) tapi harganya 2-3x lipat. Untuk rumahan, 2-bay paling worth-it.
2. CPU dan RAM — penentu Plex transcoding
Kalau cuma file storage plus foto backup, CPU low-end cukup. Tapi kalau pengin Plex transcode (mis. file 4K HEVC distream ke iPad yang cuma support 1080p), butuh CPU minimum Intel Celeron N5095 atau equivalent ARM v8 quad-core 2.0GHz, dengan RAM 4GB minimum.
DH2300 pakai Rockchip RK3568 quad-core 2.0GHz dengan 4GB DDR4 — masuk kategori "Plex transcode 1080p smooth, 4K kerasa kalau bitrate tinggi". Bukan beast, tapi cukup untuk family use sehari-hari.
3. Network port — minimum 1GbE, ideal 2.5GbE
Port LAN NAS jadi bottleneck transfer file. 1GbE secara teoretis 125 MB/s, real-world 100-110 MB/s. Cukup untuk streaming 4K film (~50 Mbps atau setara 6.25 MB/s) dan backup foto. 2.5GbE (300 MB/s) jadi nilai plus kalau router rumahmu juga sudah 2.5GbE — tapi mayoritas router rumahan di Indonesia masih 1GbE.
DH2300 pakai 1GbE single port. Adekuat untuk rumahan, tapi kalau kamu sering transfer file besar (mis. video editor pindahin proxy 50GB), pertimbangkan upgrade ke model 2.5GbE.
4. Software ecosystem — DSM vs UGOS Pro
Synology punya DSM (DiskStation Manager) — software OS NAS paling matang di pasar dengan 15+ tahun development, ribuan app di Package Center. UGREEN baru launch UGOS Pro tahun 2024 — masih muda, app library terbatas, tapi cover basic kebutuhan: file management, photo backup, Plex/Docker, snapshot, sync ke cloud.
Kalau kamu power user yang butuh exotic apps (Mailplus, Surveillance Station 24-camera) — Synology menang. Kalau cuma butuh photo backup plus Plex plus file share — UGOS Pro cukup.
5. HDMI output — bonus untuk smart TV langsung
Synology gak punya HDMI di lineup home (DS224+ headless, gak ada port video). UGREEN DH2300 punya HDMI 4K@60Hz — ini berguna kalau kamu mau colokin langsung ke TV untuk play media tanpa harus stream via Plex. Niche feature tapi ada yang cari, terutama untuk setup ruang keluarga sederhana.
💡 Worth-it kalau kamu... Punya 1+ TB foto/video keluarga yang gak boleh hilang, pengin Plex server pribadi, atau capek bayar cloud storage tahunan tanpa pernah punya datanya. Cek harga UGREEN NASync DH2300 di Shopee — biasanya Rp 3.5-4.5 juta untuk unit standalone (tanpa drive).
Pilihan utama: UGREEN NASync DH2300
UGREEN NASync DH2300 2-Bay NAS
NAS entry-level dari UGREEN dengan harga setengah Synology, fitur cukup untuk family use, plus HDMI 4K — paket value paling kompetitif di range Rp 3-5 juta tahun 2026.

Spec utama:
- CPU: Rockchip RK3568 quad-core ARM Cortex-A55 @ 2.0GHz
- RAM: 4GB DDR4 (non-upgradable)
- Bay: 2 x 3.5"/2.5" SATA (max 60TB total dengan 2x 30TB drive)
- Network: 1 x 1GbE RJ45
- HDMI: 4K@60Hz output
- USB: 1 x USB 3.2 Gen 1, 1 x USB 2.0
- OS: UGOS Pro
- Power: 65W external adapter, listrik 220V kompatibel
- Dimensi: 222 x 102 x 178mm
- Garansi: 2 tahun resmi UGREEN Indonesia
Kelebihan:
- Harga Rp 3.5-4.5 juta jauh di bawah Synology DS224+ (Rp 6.5-7 juta) untuk fitur setara
- HDMI 4K@60Hz langsung ke TV untuk media playback tanpa Plex client di tiap device
- UGOS Pro punya app Photo (mirror Google Photos), Plex, Docker, snapshot, sync ke Drive/OneDrive/Dropbox
- Quad-core 2.0GHz cukup untuk Plex transcode 1080p smooth dan 4K direct-play
- Quiet operation: fan noise sekitar 19dB di idle, gak menganggu kalau ditaruh di kamar atau ruang TV
Kekurangan:
- RAM 4GB non-upgradable — kalau ke depan butuh banyak Docker container atau VM, akan kerasa sempit
- 1GbE single port jadi bottleneck untuk pro use case (video editor pindahin file besar)
- UGOS Pro masih muda — app library terbatas dibanding Synology Package Center
- Belum support ZFS, hanya Btrfs dan EXT4 — fitur snapshot OK tapi self-healing terbatas
- Tidak include hardisk — kamu harus beli WD Red atau Seagate IronWolf terpisah (Rp 1.5-2.5 juta per drive 4TB)
Cocok kalau kamu: Pertama kali punya NAS, mau backup foto keluarga otomatis dari iPhone/Android, plus Plex media server untuk streaming film keluarga ke smart TV. Skip kalau kamu sudah investasi di ecosystem Synology DSM atau butuh fitur enterprise (10GbE, ZFS, RAID 6).

UGREEN
UGREEN NASync DH2300 2-Bay NAS Server
Rp 4.000.000
NAS 2-bay paling worth-it untuk keluarga Indonesia di range Rp 3.5-4.5 juta — setengah harga Synology dengan fitur cukup untuk Plex plus photo backup. Garansi resmi 2 tahun via UGREEN Official Store.
Total cost of ownership: NAS vs cloud
Ini math yang sering bikin orang akhirnya pilih NAS daripada langganan cloud. Asumsi pakai 4TB usable storage selama 5 tahun:
| Skema | Biaya 5 tahun | Catatan |
|---|---|---|
| Google One 2TB | Rp 8.4 juta | Rp 140k/bulan x 60 bulan, max 2TB |
| iCloud+ 2TB | Rp 8.4 juta | Hanya untuk Apple ecosystem |
| Dropbox Plus 2TB | Rp 11.4 juta | Rp 190k/bulan x 60 bulan |
| DH2300 + 2x WD Red 4TB (RAID 1) | Rp 7.5 juta | One-time: NAS Rp 4 juta + drive Rp 3.5 juta |
| Hardisk eksternal 4TB x 2 | Rp 3 juta | Murah tapi tanpa redundansi otomatis |
NAS one-time payment menang di tahun ke-3 dibanding cloud monthly. Plus kapasitas bisa naik kapan saja dengan ganti drive lebih besar, sementara cloud kena cap subscription tier yang harus di-upgrade.
Brand atau pattern yang harus dihindari
Ini bagian penting untuk NAS — ada beberapa pola yang harus skip biar gak nyesel.
WD My Cloud Home (single-drive consumer NAS) — sering masuk hasil pencarian "NAS murah Indonesia" di Rp 2-3 juta. Single bay artinya no redundancy, software-nya lock-in WD account, dan lambat (USB 2.0 internal). Kalau bujet di sini, lebih baik beli 2x hardisk eksternal biasa untuk manual backup berkala.
TerraMaster F2-212/F2-223 brand new tanpa community check — TerraMaster value-nya menarik di harga, tapi software (TOS) sempat punya history bug serius dan vulnerability yang dieksploitasi ransomware Deadbolt tahun 2022. Kalau pengin TerraMaster, riset forum dulu untuk versi software terbaru dan patch yang sudah keluar sebelum commit.
NAS rakit DIY pakai PC bekas plus UnRAID/TrueNAS untuk pemula — secara cost-per-TB menang, tapi steep learning curve. Setup ZFS pool, networking, Docker container, semuanya manual. Worth-it kalau kamu hobi sysadmin, frustrating kalau cuma pengin backup foto keluarga selesai dalam 1 weekend.
Synology DS224+ bukan brand yang dihindari — ini referensi gold standard untuk NAS rumahan. Tapi di range harga Rp 6.5 juta tanpa drive, banyak family use case yang gak butuh fitur tambahannya. DH2300 cover sekitar 80% kebutuhan rumahan dengan 60% harga.
Konteks pasar Indonesia
Ketersediaan dan garansi: UGREEN punya official store di Shopee dan Tokopedia (UGREEN Official Store) dengan garansi resmi Indonesia 2 tahun. Hindari listing dari seller third-party tanpa centang official — beberapa unit beredar versi China yang software-nya gak include UGOS Pro versi internasional.
Listrik dan UPS: Listrik 220V Indonesia kompatibel dengan adapter DH2300 (universal 100-240V). Tapi WAJIB pakai UPS — listrik PLN sering brown-out dan power-cut mendadak bisa corrupt RAID array atau bikin drive bad sector. UPS ICA atau APC Back-UPS BX650LI (Rp 700-900k) cukup untuk shutdown otomatis NAS saat listrik padam.
Hardisk yang dipasang: Untuk NAS 24/7 operation, jangan pakai hardisk desktop biasa (WD Blue, Seagate Barracuda) — gak didesain untuk run nonstop. Pakai NAS-grade: WD Red Plus 4TB (Rp 1.7-2 juta) atau Seagate IronWolf 4TB (Rp 1.6-1.9 juta). Beli dari distributor Astrindo atau ECS Indo Jaya untuk garansi 3 tahun resmi.
Suhu ruangan tropis: Kamar tanpa AC di Indonesia bisa 30-32°C siang hari. NAS akan dijalankan 24/7 jadi suhu drive penting — usahakan letakkan di ruangan ber-AC atau minimum well-ventilated. Drive yang panas konstan di atas 45°C umurnya turun drastis menurut data Backblaze drive stats.
🛒 Siap upgrade dari hardisk eksternal? UGREEN NASync DH2300 di Shopee Official Store — paket lengkap yang seimbang antara harga, fitur, dan garansi resmi Indonesia 2 tahun.
Kesimpulan
Buat keluarga Indonesia yang pertama kali beli NAS, UGREEN NASync DH2300 adalah titik masuk paling worth-it tahun 2026. Harga setengah Synology DS224+, fitur cukup untuk Plex plus photo backup plus file share, garansi resmi 2 tahun via UGREEN Official Store. Bukan NAS terkuat di pasar, tapi 95% kebutuhan rumahan tercover. Kalau kamu masih ragu commit ke ecosystem Synology yang lebih mahal, DH2300 cukup jauh untuk eksperimen — dan kalau ke depan butuh upgrade, data di RAID 1 bisa di-migrate ke unit lebih besar tanpa kehilangan apapun.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apakah UGREEN NASync DH2300 bisa Plex 4K HDR transcoding?
CPU Rockchip RK3568 mendukung hardware decode HEVC 4K, jadi direct-play 4K (file format-nya match dengan device target) lancar. Tapi kalau butuh transcoding berat (mis. 4K HDR ke 1080p SDR untuk iPad lama), DH2300 akan struggling — frame drop kemungkinan terjadi. Untuk Plex 4K transcoding heavy, pertimbangkan model UGREEN DH2600 (Intel Celeron) atau Synology DS224+ yang punya hardware encoder Intel Quick Sync.
Berapa kapasitas hardisk maksimum yang didukung?
DH2300 mendukung drive 3.5" atau 2.5" SATA hingga 30TB per slot — total 60TB raw capacity (atau 30TB usable di RAID 1). Drive 30TB seperti Seagate Exos masih jarang di Indonesia, jadi paling realistis pasang 2x 8TB atau 2x 12TB. Untuk family use 5 tahun ke depan, 2x 8TB (8TB usable RAID 1) cukup banget.
Apakah listrik DH2300 boros?
Power consumption sekitar 18-25 watt saat aktif (dengan 2 drive), turun ke 6-10 watt saat idle/sleep. Untuk listrik PLN R-1 1300VA, dampaknya sekitar Rp 30-50k per bulan kalau jalan 24/7. Lebih hemat daripada PC desktop biasa yang stand-by saja sudah 50-80 watt.
Bisa diakses dari luar rumah (remote access)?
Ya — UGOS Pro punya feature "UGREEN Link" mirip QuickConnect Synology, akses NAS dari HP via app UGREEN tanpa setup port forwarding manual. Untuk security yang lebih paranoid, lebih baik setup VPN sendiri (Tailscale gratis, atau WireGuard di router) — performance lebih konsisten dan gak depend ke server cloud UGREEN.
Apakah perlu beli hardisk khusus NAS atau hardisk biasa juga OK?
WAJIB pakai hardisk NAS-grade (WD Red Plus, Seagate IronWolf, atau Toshiba N300) untuk operasi 24/7. Hardisk desktop biasa (WD Blue, Seagate Barracuda) didesain untuk 8 jam per hari operation; di NAS yang nyala 24/7, umurnya turun drastis dan vibration dari 2 drive berdekatan bikin head crash lebih sering. Investasi awal naik Rp 200-400k per drive tapi reliability worth-it untuk data backup keluarga.
UGREEN NASync DH2300 vs Synology DS224+ — pilih mana untuk pemula?
Kalau bujet di Rp 4 juta untuk NAS standalone (tanpa drive), DH2300 menang telak — DS224+ start di Rp 6.5 juta. Tapi kalau bujet ada di Rp 7 juta plus dan kamu pengin software DSM yang paling matang plus ecosystem stabil 5+ tahun ke depan, DS224+ tetap gold standard. Pemula yang prioritas value: DH2300. Pemula yang prioritas peace-of-mind jangka panjang: DS224+.
Yang lebih sakit: drive itu sebelumnya "baik-baik aja" tanpa warning, jadi kamu gak sempat copy ke tempat lain.